Pemkab Humbahas Himbau Penganggaran SKPD Laksanakan PUG


Perencanaandanpengganggaranresponsif gender ituadalahstrategi yang dilakukansecararasionaldansistematisuntukmencapaidanmewujudkankesetaraandankeadilan gender dalamsejumlahaspekkehidupanmanusia (rumahtangga, masyarakat,dannegara), melaluikebijakandan program yang memperhatikanpengalaman, kebutuhandanpermasalahanperempuandanlaki-lakikedalamperencanaan, pelaksanaan, pemantauandanevaluasidariseluruhkebijakandan program di berbagaibidangkehidupandanpembangunan.

Hal inidisampaikanBupatiHumbangHasundutan, DosmarBanjarnahormelaluiKadispemberdayaanmasyarakat, desa, perempuandanperlindungananakkabupatenhumbanghasundutan, Drs. VandeikSimanungkalit, MM ketikamembukaRapatKoordinasiPerencanaan Dan PenganggaranResponsif Gender KabupatenHumbangHasundutan (16/8) di Doloksanggul.

Vandeikmenambahkan, pemerintahjugasudahmenyepakatibahwauntukmempercepatpelaksanaan PUG telahditetapkanstrateginasional (stranas) tentangpercepatanpelaksanan PUG melaluiperencanaandanpenganggaranresponsif gender (PPRG) dalamstranastersebut, seluruhkementrian/lembagadanpemerintahprovinsidankabupaten/kotadiharuskanmelaksanakan PPRG denganmengacukepadamatrikskesepakatandenganstranas. stranasini pun disusun agar pelaksanaan PPRG menjadilebihterarah, sistematisdansinergisbaik di tingkatpusatmaupundaerah. Karenaitulahrapatkoordinasi PPRG bagi SKPD dankecamatanKabupatenHumbangHasundutanpentingdilaksanakan.

Isu gender jugadiintegrasikandalamberbagai program dankegiatanuntuksemakinmengefektifkanpelaksanaan program dankegiatansehinggadipastikanbahwabaikperempuandanlaki-lakimemperolehmanfaatdaripelaksanaan program dankegiatandimaksud. Dari berbagaistudidankajian yang telahdilakukandewasaini proses penganggaran yang terindikasisangatrendahsensifitasgendernya, haliniterjadiselaindipenfaruhiolehkomposisilaki-lakidanperempuandiberbagaiinstitusistrategis yang tidakseimbang, jugamasihminimnyapemahamanaparatdaerahterhadap model yang responsif gender, tambahnya.

Sementaraitu, KabidKelembagaanPengurusutamaan Gender, Dra.Hj. Marhamah, M.Sisebagainarasumbermenyampaikanbahwapembangunanseyogianyaresponsife gender. Masyarakatmerupakanpenggunaatau orang yang memanfaatkanpembangunandandidalammasyarakatadakomponen-komponen, laki-lakidanperempuan, kotadandesa, kaya danmiskinsertadifebel. “RencanadanPenganggaranharusresponsife gender, tanpamempengaruhiadatistiadatdanbudaya.Biarkanapaadanya, tetapi yang memangbisadikerjakanbaiklaki-lakiataupunperempuan, ini yang harusdisetarakandanadil.”Jelasnya.

Adatistiadat, misalnya di Sumatera Utara, patrilinier (garisbapak) dan di Sumatera Barat matrilinier (garisibu), biarsepertiituapaadanya, tambahnya. (rel/ ST/ Kominfo)